Tuesday, October 4, 2016

Kepada Media Australia, Diogo Ferreira Ungkap 'Kegilaan' Bobotoh Persib

Diogo Ferreira. Simamaung.com

Diogo Ferreira akhirnya merasakan betapa 'repotnya' menjadi pemain Persib Bandung setelah sekitar satu bulan bergabung. Pemain asal Australia berdarah Portugis itu kini benar-benar mengakui betapa 'gilanya' dukungan bobotoh terhadap Maung Bandung.

Menjadi bagian dari Persib sudah pasti akan membuat seorang pemain bakal diburu dan diperlakukan 'istimewa' ketika berada di ruang publik, terutama pusat keramaian seperti mal.

Jika sebelumnya pemain berusia 26 tahun ini hanya sekadar mendengar tentang kebesaran nama Persib di sepak bola Indonesia, tapi sekarang dia sudah mengenal setenar apa tim yang dibelanya di Indonesia itu.

"Ini gila, ada banyak fans dan klub ini berjalan dengan sangat-sangat baik, jadi saya cukup terkejut," kata Fereirra dalam sebuah wawancara dengan media Australia theworldgame.sbs.com seperti dilansir Liputan6.com.

Jebolan tim junior FC Porto ini juga antusias merasakan fanatisme warga Bandung terhadap Persib. Fereirra pernah mendapat pengalaman unik, saat dirinya hendak memesan secangkir minuman di sebuah gerai kopi.

"Itu terjadi pada saya saat saya memesan kopi, sebuah skinny latte, dan ada tiga pria mengerumuni cangkir saya dan saya pikir 'apa yang mereka lakukan?'. Ternyata mereka menggambar lambang klub di kopi saya," ucap Fereirra.

Perlakuan yang diterima Diogo itu mungkin tak pernah atau jarang diterimanya ketika bermain di Australia. Meski Negeri Kangguru langganan lolos ke putaran final Piala Dunia. Tapi bicara tradisi sepak bola dan kecintaan masyarakatnya terhadap olahraga ini, Australia bisa dikatakan masih kalah dari Indonesia.

Stadion tempat pertandingan kompetisi profesional di Australia, lebih sering kosong ketimbang penuh. Hal itu cukup wajar sebab sepak bola di Australia bukan olahraga nomor satu dan masih kalah populer dibandingkan kriket, rugby, bola basket dan tenis.(*)

Artikel Terkait