Saturday, January 7, 2017

Dibidik Klub Thailand & Malaysia, Persib Rentan Kehilangan Yanto Basna

View Article
Persib Bandung sepertinya harus gesit untuk memastikan para pemain yang masuk rencana musim depan tak lepas ke klub lain. Termasuk pemain lama yang dipertahankan.

Setelah Patrick Dos Santos Cruz dipastikan lepas karena disalip klub Vietnam Sai Gon FC, muncul juga kabar jika Yanto Basna tengah didekati klub Malaysia dan Thailand.

Meski secara lisan sudah menyatakan kesiapannya bertahan di Persib. Namun sepanjang belum ada kesepakatan resmi, Maung Bandung wajib waspada terhadap pergerakan klub lain, tak terkecuali klub-klub negara tetangga yang memang bukan tak mungkin berminat menggunakan jasa pemain asal Indonesia.

Basna sendiri menyatakan jika sampai saat ini dirinya belum mengambil keputusan meski namanya masuk daftar dipertahankan. Pemain kelahiran Papua itu lebih memilih menunggu hasil negosiasi antara manajemen Persib dengan agennya.

"Sekarang saya masih liburan, jadi belum memberi keputusan, Nanti Pak Haji (Umuh) akan ketemu agen saya. Kita belum memastikan, tapi prioritas saya sekarang Persib," ujar Basna, dilansir Okezone.com.

Meski begitu, ia mengakui saat ini mendapat tawaran dari sejumlah klub. Selain klub di Indonesia, ada klub dari luar negeri yang menginginkan jasanya yaitu dari Thailand dan Malaysia. "Iya makanya sekarang lagi dipertimbangkan," tandas Basna.

Manajer Persib Umuh Muchtar sendiri percaya jika Basna bakal tetap jadi bagian dari skuat Maung Bandung musim depan. Bahkan, Umuh memastikan Basna akan datang ke Bandung, Minggu (8/1/2017).

Namun untuk kontrak resmi kemungkinan baru dirampungkan pada Senin (16/1/2017). Dengan kata lain dalam sepekan ke depan, kemungkinan Basna bertahan sama besarnya dengan peluang dia pergi atau hengkang dari Persib ke klub lain.

"Yanto Basna sudah pasti di Persib lagi musim ini. Rencannya nanti hari Minggu [8/1] dia akan ke Bandung. Secepatnya semua pemain akan tanda tangan kontrak, kemungkinan nanti tanggal 16," pungkas Umuh, dilansir Vikingofficial.com.(*)

Friday, January 6, 2017

Inilah Klub Vietnam yang 'Merusak' Rencana Persib

View Article
Situs resmi V-League memuat nama Patrick Cruz sebagai salah satu pemain Sai Gon FCmusim 2017.
Rencana Persib Bandung menggaet penyerang asal Brasil Patrick Dos Santos Cruz bisa dikatakan hampir pasti bakal berantakan karena manuver yang dilakukan klub Liga Vietnam.

Tim tersebut adalah Sai Gon FC yang bertarung di kompetisi kasta tertinggi Liga Vietnam atau V-League 1. Bahkan, situs resmi V-League 1 (www.vnleague.com) sudah memuat nama Patrick Cruz di daftar pemain Sai Gon FC pada kompetisi musim 2017.

Dilansir Vnleague.com, nama Patrick Cruz tercantum sebagai salah satu dari dua pemain asing milik Sai Gon FC. Satu lagi adalah Marcelo Fernandes yang juga berasal dari Brasil.

Pemberitaan terkait bergabungnya Patrick Cruz ke Sai Gon FC juga ditulis oleh laman Baohatinh.vn pada Jumat (6/1/2017), dengan merilis daftar pemain asing yang membela klub peserta V-League 1 musim 2017.

Namun demikian, seperti dilansir Vietnamnews.vn, Sai Gon FC secara resmi baru memperkenalkan Marcelo sebagai pemain asing mereka. Sementara Patrick Cruz belum resmi diperkenalkan karena baru tiba di Kota Ho Chi Minh City pada Kamis (5/1/2017) waktu setempat.

Kabar merapatnya Patrick Cruz ke Sai Gon FC sebenarnya sudah diterima oleh Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB). Bahkan Manajer Persib Umuh Muchtar mengancam akan memperkarakan kasus ini karena pihak Patrick Cruz sudah menerima down payment (DP).(*)

Terima DP dari Persib, Patrick Cruz Malah 'Nyasar' ke Klub Vietnam

View Article
Manajemen Persib Bandung nampaknya kian geram kepada Patrick Dos Santos Cruz setelah mendapatkan kabar bahwa penyerang asal Brasil itu malah berlabuh ke salah satu klub di Liga Vietnam.

Hal itu diungkapkan Manajer Persib Umuh Muchtar. Bahkan, Umuh menyatakan Persib siap melayangkan tuntutan kepada agen karena sudah menerima DP (down payment) dari Maung Bandung.

"Kabarnya sih Patrick sedang latihan di Vietnam. Kalau memang benar, kami bisa tuntut karena sudah membayar DP," beber Umur, dilansir Indosport.com.

Manajemen Maung Bandung sendiri kabarnya memberikan tenggat waktu sampai Sabtu (7/1/2017) kepada Patrick Cruz untuk menunjukkan 'batang hidungnya'. Namun eks bomber Mitra Kukar tersebut sepertinya sulit memenuhi tuntutan Persib karena kabarnya masih berada di Vietnam.(*)

Persib Akan Datangkan Pemain yang Bisa Bikin Bobotoh Terkejut

View Article
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar menyatakan pihaknya saat ini tengah melakukan pembicaraan dengan salah satu pemain yang menurutnya bakal membuat bobotoh terkejut sekaligus senang.

Hingga saat ini pergerakan Persib di bursa transfer pemain musim depan bisa dikatakan belum sesuai yang diharapkan. Salah satunya adalah karena 'ingkarnya' Patrick Dos Santos Cruz untuk datang ke Bandung mengikuti latihan seperti yang dijadwalkan.

Manajemen Persib kecewa karena pihak agen hanya bisa mendatangkan rekan satu paket Patrick Cruz yakni Alex Willian Costa Silva yang statusnya masih sebatas seleksi.

Untuk mengobati kekecewaan, Umuh mengatakan, pihaknya makin dekat dengan salah seorang pemain yang menurutnya akan membuat bobotoh senang. "Ada lah tidak perlu saya bicarakan, pokoknya bobotoh senang," kata Umuh, dilansir Liputan6.com.

Disinggung soal posisi pemain tersebut dan berasal dari Indonesia atau pemain asing, Umuh enggan berkomentar lebih banyak. "Yah pokoknya ada. Cuman sudah ada (menjalin kesepakatan)," katanya.(*)

Mulai Besok, Skuat Persib Diliburkan 9 Hari

View Article
Program latihan pra-musim Persib Bandung akan diliburkan selama sembilan hari, terhitung mulai Sabtu (7/1/2017). Hal itu dilakukan karena alasan tak adanya agenda pertandingan pra-musim.

Latihan yang digelar di Lapangan Lodaya, Kota Bandung, Jumat (6/1/2017), menjadi sesi latihan terakhir sebelum para pemain nantinya kembali berkumpul pada Senin (16/1/2017).

"Hari ini latihan terakhir sebelum libur kembali. Porsi latihan diturunkan karena konsisi cuaca juga tidak memungkinkan. Nanti tim berkumpul lagi tanggal 16," kata Asisten Pelatih Persib Herrie Setyawan, dilansir Pikiran-rakyat.com.

Kendati diliburkan, para pemain diminta tetap menjaga kondisi. Tim pelatih memberikan PR (pekerjaan rumah) berupa program latihan pribadi untuk dilakukan oleh setiap pemain saat masa libur.

"Kami sudah berikan 'PR' untuk semua pemain berupa program latihan pribadi dari Senin sampai Sabtu. Jadi saat latihan bersama lagi nanti, kondisinya harus 60 persen," tuturnya.

Sesi latihan terakhir hanya diikuti oleh 12 pemain. Setelah pada sesi latihan sebelumnya striker Sergio Van Dijk dan penjaga gawang Muhammad Ridwan absen, kali ini tidak tampak Kapten tim Atep dalam latihan tersebut.(*)

Bonek Berharap di Bandung Tercipta Sejarah Manis untuk Persebaya

View Article
Suporter Persebaya Surabaya atau Bonek berharap Kongres PSSI di Bandung, Minggu (8/1/2017), menghasilkan keputusan sah pengakuan PSSI kepada klub kesayangan mereka sehingga bisa kembali berlaga di kompetisi resmi.

Seperti diketahui meski dilarang, namun ribuan Bonek tetap berangkat ke Bandung dalam aksi yang mereka sebuk 'Aksi Gruduk Bandung'. Diperkirakan sekitar 3.000 Bonek bakal hadir di Bandung untuk mengawal pelaksanaan Kongres PSSI sekaligus bersilaturahi dengan kelompok suporter Persib.

"Kami datang ke Bandung juga tidak akan intervesi langsung kepada kongres. Memang kami sudah siapkan apapun hasil yang diputuskan akan kami terima. Kami tidak bisa menahan teman-teman untuk datang ke Bandung karena kita sudah menyiapkan jauh-jauh hari sejak kongres di Ancol 10 November 2016 kemarin," ungkap Pentolan Bonek, Andi Peci, dilansir Galamedianews.com.

Meski, ada jaminan dari Ketua umum PSSI terkait pengesahan Persebaya di kompetisi resmi serta imbauan untuk tidak datang ke Bandung. Namun, para Bonek tetap ingin ketegasan terkait nasib Persebaya kedepannya dalam Kongres nanti.

"Kita memang sudah pikirkan kalau tidak diperbolehkan atau janjinya tidak ditepati kami akan menempuh proses hukum, walaupun kami yakin akan kembalinya itu. Tapi kalau seandainya nanti ada sesuatu yang akhirnya anti-klimaks, tentu kami akan melakukan jalur hukum. Sebenarnya dualisme Persebaya sudah clear, persiapan tim juga sudah clear maka tiada ada alasan apapun untuk tidak diakui di Kongres," tuturnya.

Ia pun mengaku sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait aksi ini. Bahkan Bonek menjamin kondusivitas Kota Bandung akan tetap terjaga.

"Kalau tidak dibolehkan itu bencana sepak bola nasional, artinya para voters itu tidak paham betul terhadap persoalan sepak bola nasional. Kita sudah komunikasi dengan pengurus PSSI dan Kemenpora untuk menjelaskan secara objektif kedatangan kami di Bandung untuk merayakan, mungkin Ketum yang baru belum tahu dinamika suporter terutama bonek," pungkasnya.(*)

Sumber: Galamedianews.com

Ridwan Kamil Jamin Bonek Tak Perlu Khawatir Soal 'Perut'

View Article
Berdasarkan hasil rapat koordinasi, Kamis (5/1/2017) kemarin, para pendukung Persebaya Surabaya (Bonek) akan difasilitasi tempat untuk istirahat dan berkumpul oleh Pemkot Bandung, yaitu di GOR Padjajaran dan GOR Takrawa Lodaya.

Seperti diketahui, sekira 3.000 Bonek bakal menghadiri Kongres PSSI yang akan digelar di Hotel Aryaduta, Jalan Sumatera, Minggu (8/1/2017) mendatang. Untuk melakukan pengawalan dan pengamanan, 1.558 Personel Polrestabes Bandung pun siap dikerahkan selama kegiatan berlangsung.

Selain menjamin keamanan dan memfasilitasi tempat, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) juga memastikan bahwa Kota Bandung bakal menjamin makanan untuk para Bonek, yang dikoordinasikan oleh Ibu Wali Kota Bandung dan Ibu Kapolrestabes Bandung.

“Untuk urusan makan, akan diurus oleh Ibu Walikota BDG dan Ibu Kapolrestabes BDG. kasih tau teman2nya. Nuhun,” cuit @ridwankamil, Jumat (6/1/2017).

Cuitan Emil tersebut adalah balasan dari mention seorang Bonek, yang mengucapkan rasa terimakasihnya atas fasilitas yang diberikan oleh Pemkot Bandung.

“@ridwankamil terimakasih pak atas tempatnya kami akan selalu jaga ketertiban selama ada dikota bandung,” cuit @andreas_1927.(*)

Sumber: Prfmnews.com

Irfan Bachdim Tertarik Gabung ke Arema

View Article
Irfan Bachdim dikabarkan tertarik untuk bergabung dengan Arema FC pada musim depan. Ketertarikan Irfan pun disampaikan langsung oleh Pelatih Arema, Aji Santoso.

Aji pun mengatakan bahwa pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Irfan. Tetapi sampai saat ini belum ada kata sepakat antara pihak Irfan dengan manajemen Singo Edan.

Mantan Pelatih Persela Lamongan itu meminta agar semua pihak khususnya Aremania bersabar terkait proses penarikan Irfan. Sebab, sampai saat ini seluruh pihak Arema masih terus berusaha membawa pemain berusia 28 tahun itu ke Malang.

"Saya sudah langsung berkomunikasi dengan Irfan. Dia juga tertarik ke Arema tapi memang sekarang sedang masa penyembuhan cedera. Kita lihat saja perkembangannya," kata Aji Santoso, dilansir Ongisnade.

Jika pengrekrutan Irfan berhasil, maka Arema memiliki daftar penyerang yang cukup tajam di posisi depan. Sebelumnya Arema sudah memiliki Cristian Gonzales yang masih produktif meski usianya sudah uzur.

Bahkan, opsi penduetan Irfan dan Gonzales di lini depan Arema untuk musim depan bisa saja terulang kembali seperti Piala AFF 2010. Ya saat itu, Gonzales dan Irfan sering diletakan berduet oleh Alfred Riedl di ajang bergengsi se Asia Tenggara itu.

"Jadi kalau jadi ambil Irfan bukan berarti Gonzales tidak di Arema. Justru persaingan akan semakin ketat dan itu baik," kata Aji.

Saat ini Irfan masih terus memantapkan kondisinya pasca mengalami cedera sebelum Piala AFF 2016 berlangsung. Mantan pemain Persema Malang itu pun sudah mengaku siap untuk memulai aktifitas barunya.

Namun, usaha dari Arema untuk mendapatkan servis Irfan harus keras. Sebab, ada Bali United dan Semen Padang yang kabarnya juga tertarik kepada mantan pemain Consadole Sapporo itu.(*)

Sumber: Tribunnews.com

Thursday, January 5, 2017

Tinggalkan Sriwijaya FC, Supardi Nasir 'Pulang' ke Persib?

View Article
Sumatera Ekspres (Sumeks) -media berpengaruh di Sumatera Selatan- pada laman website mereka, menulis kabar jika Supardi Nasir bakal mengikuti jejak Wildansyah ke Persib Bandung.

Meski masuk daftar pemain yang dipertahankan manajemen Laskar Wong Kito, namun Supardi kabarnya lebih memilih hengkang. Pelatih Widodo Cahyono Putro pun tak menampik kabar kepergian Supardi.

Namun Widodo tak secara tegas menyebutkan klub mana yang jadi tujuan pemain sarat pengalaman itu. Widodo hanya menjelaskan salah satu pertimbangan Supardi meninggalkan Laskar Wong Kito karena ingin mengurus istrinya menjalani terapi penyembuhan penyakit di Bandung.

"Saya tidak bisa menghalangi keinginan Supardi keluar dari Sriwijaya FC meski Supardi sendiri juga merasa berat hati meninggalkan Sriwijaya FC," papar Widodo, dilansir Sumeks.co.id.

"Jika saya di posisi dia juga kemungkinan besar akan ambil keputusan yang sama karena keluarga adalah nomor satu. Saat ini, istrinya sedang membutuhkan perhatiannya ketika sedang terapi melawan sakit," tambah dia.

Dijelaskan Widodo, Supardi yang menjabat kapten Sriwijaya FC di turnamen ISC A 2016 tidak bisa menemani sang istri menjalani terapi penyembuhan di Bandung karena harus menghormati kontraknya sebagai pemain Laskar Wong Kito.

Disaat Supardi fokus berjuang membantu Sriwijaya FC di turnamen jangka panjang tersebut pada saat yang sama istrinya harus menjalani terapi penyembuhan di Bandung.

"Saya bisa memaklumi apa yang dialami Supardi. Kami harus bisa menghargai keputusannya. Kini kami harus fokus mendapatkan pemain pengganti yang lebih fresh dengan kualitas yang gak jauh beda untuk membantu tim juara. Jika dipoles sedikit, pemain ini akan sama bagusnya dengan Supardi," jelasnya.

Widodo enggan membeberkan nama pemain yang dibidik untuk menggantikan peran Supardi. Namun kabar yang beredar, pemain muda milik Syaiful Indra Cahya diproyeksikan jadi suksesor Supardi.(*)

Sumber: Sumatera Ekspres

Jika Patrick Cruz Batal Direkrut, Ini Skenario Persib

View Article
Rencana perekrutan dua pemain Brasil, Patrick Dos Santos Cruz dan Alex Willian Costa oleh Persib Bandung terancam batal dilakukan. Pemicunya karena ketidakhadiran Patrick Cruz di Bandung hingga Kamis (5/1/2017).

Jika memang kedua pemain itu tidak berjodoh dengan Persib, Manajer Persib Umuh Muchtar sudah menyiapkan skenario lain. "Alex memang sudah datang dan harus diseleksi tapi tes itu tidak akan kami lakukan jika tidak ada Patrick. Alex juga tak boleh latihan dulu sebelum Patrick ada karena mereka kan didatangkan sepaket," ujar Umuh, dilansir Pikiran-rakyat.com.

Seandainya nanti setelah menjalani seleksi ternyata Alex Willian Costa tidak memuaskan, kata Umuh, gelandang 28 tahun itu tidak akan direkrut. Menurut Umuh, Alex dipertimbangkan dan diberi kesempatan menjalani seleksi karena sepaket dengan Patrick Cruz.

"Saya sebenarnya masih memprioritaskan Marcos Flores karena permainannya sudah menyatu dengan tim. Jadi, kalau Alex ternyata tidak sesuai harapan, Marcos Flores akan siap bergabung," kata Umuh.

Dia menambahkan, seandainya pembatalan perekrutan Alex merembet pada batalnya Patrick bergabung, manajemen akan mencari penyerang lain baik asing maupun lokal.

"Ya, (kalau Patrick tidak jadi) kami cari penyarang lain saja. Banyak pemain yang ingin bergabung dengan Persib. Kami juga akan cari striker lokal tapi nanti harus dibicarakan lagi dengan manajemen, kami masih menunggu Patrick dan berharap dia bisa bergabung secepatnya," ujar Umuh.(*)

Sumber: Pikiran-rakyat.com

PSM Negosiasi dengan Zulham Zamrun?

View Article
Polemik soal status Zulham Zamrun di Persib Bandung memancing reaksi sejumlah klub untuk meminang pemain terbaik Piala Presiden 2015 tersebut. Salah satunya adalah PSM Makassar.

Bahkan, agen Zulham tak menampik kemungkinan bagi kliennya bergabung ke klub berjuluk Juku Eja tersebut yang nampak sangat serius mempersiapkan skuat menghadapi kompetisi resmi PSSI musim 2017.

"Bisa saja begitu, mungkin manajemen (PSM) sudah ada komunikasi dengan Zulham," kata Ali Bomber, agen Zulham seperti dilansir Tribunnews.com.

Apalagi, saudara kembarnya, Zulvin Zamrun sempat berkostum PSM pada putaran kedua ISC A 2016 lalu. Sehingga Zulham bisa mendapat referensi tentang PSM dari adik kembarnya itu.

Selain adanya hubungan emosional antara sesama pemain Maluku di skuat Juku Eja bisa jadi salah satu daya tarik bagi Zulham untuk berseragam PSM. Sekadar diketahui di skuat PSM ada beberapa pemain asal Maluku, sebut saja Rizky Ahmad Sanjaya Pellu dan Ridwan Tawainella. Zulham sendiri berasal dari Ternate, Maluku Utara.

Bahkan suporter PSM mendukung jika benar ada rencana dari manajemen untuk meminang Zulham yang statusnya di Persib masih dipertimbangkan setelah sebelumnya sempat dikabarkan akan dicoret.

Koordinator suporter Kelompok VIP Selatan (KVS), Erwinsyah menilai Zulham cocok menambah kekuatan lini tengah. "Tinggal pelatih, apakah mau atau tidak. Masuk skema atau tidak," katanya.

Terlepas dari spekulasi soal pendekatan yang dilakukan PSM kepada dirinya, Zulham menyatakan, jika ia lebih berminat bertahan di Persib ketimbang hengkang. Bahkan Zulham langsung menemui Manajer Umuh Muchtar sebagai bentuk komitmennya untuk bertahan setelah manajemen menyampaikan ancaman bakal mencoretnya.(*)

Sumber: Tribunnews.com

Persib Ancam Batalkan Kesepakatan dengan Patrick Cruz

View Article
Kecewa karena tak datang sesuai jadwal, Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) mengancam akan membatalkan kesepakatan pra-kontrak dengan Patrick Dos Santos Cruz.

Hal itu diungkapkan oleh Manajer Persib Umuh Muchtar yang mengaku, kecewa setelah mengetahui Alex Willian Costa datang ke Bandung tanpa Patrick Dos Santos Cruz.

Umuh mengatakan, kecewa terhadap agen dua pemain Brasil tersebut. Umuh bahkan mengaku akan mempertimbangkan opsi pembatalan perekrutan kedua pemain Brasil tersebut jika agen tidak menghormati kesepakatan.

"Kami sebenarnya hanya menginginkan Patrick, tapi agennya ngotot kalau Patrick harus sepaket dengan Alex. Akhirnya kami turuti dan kami sudah beri uang muka. Tapi sekarang, pas dijemput yang datang cuma Alex, Patricknya ke mana? Katanya sepaket, harusnya dua-duanya langsung datang bareng dong," kata Umuh, dilansir Pikiran-rakyat.com.

Dia memberikan ultimatum agar Patrick secepatnya menyusul Alex datang bergabung dengan tim ke Bandung. Jika tidak, Umuh Muchtar mengaku siap mempertimbangkan opsi untuk membatalkan perekrutan kedua pemain tersebut dan melaporkan agen Patrick dan Alex ke FIFA karena melanggar kesepakatan.

"Ya secepatnya saya minta datang. Alex tadinya mau ikut latihan, tapi saya larang. Dia tidak boleh dulu ikut latihan dan dia juga tidak akan kami seleksi kalau Patrick belum datang. Kalau mereka masih juga tidak menghormati kesepakatan, kami akan tegas membatalkan perekrutan dan melaporkan masalah ini ke FIFA karena kami sudah memberikan uang muka," kata Umuh.(*)

Sumber: Pikiran-rakyat.com

Persib Pertimbangkan Pertahankan Zulham Zamrun

View Article
Manajemen Persib Bandung mempertimbangkan lagi soal keputusan mencoret Zulham Zamrun dari daftar pemain musim 2017. Manajer Persib, Umuh Muchtar mengakui, keputusan mencoret Zulham diambil manajemen karena ada kesalahan komunikasi.

"Ya, kemarin miskomunikasi. Zulham datang ke saya menyatakan salah paham dan siap gabung ke Persib," ujar Umuh di Mess Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung, dilansir Bola.com, Kamis (5/1/2017).

Dengan adanya pernyataan dari Zulham, manajemen membuat itikad baik yakni mempertimbangkan pencoretan tersebut. Dalam artian, Zulham tetap berpeluang besar kembali berkostum Maung Bandung untuk musim ini.

"Kami akan pertimbangkan lagi, nanti saya harus dibicarakan dulu dengan Pak Glen Sugita (Dirut PT Persib Bandung Bermartabat), juga dengan pak Zaenuri Hasyim (Komisaris PT PBB)," kata Umuh lagi.

Dikatakan Umuh, keputusan soal Zulham Zamrun kemungkinan sudah pasti dalam dua hari ini. "Tunggu saja dua hari lagi. Insya Allah sudah ada keputusan, saya mau bicara dulu dengan Pak Glen dan Pak Zaenuri," ucap Umuh.

Manajemen Persib mencoret Zulham Zamrun secara mengejutkan pada Rabu (4/12/2016). Menurut Umuh, keputusan mengejutkan itu dibuat karena Zulham tidak segera memberikan jawaban terkait perpanjangan kontrak. Sementara, pelatih Djadjang Nurdjaman ingin segera ada kepastian.

Zulham pun awalnya sudah pasrah dan menerima apapun keputusan manajemen Persib Bandung. Zulham mengaku siap bertahan di Bandung. "Saya berat meninggalkan Persib karena tim ini impian saya sejak kecil," kata Zulham.(*)

Sumber: Bola.com

Persib & Persipura Korban Buruknya Perencanaan

View Article
Persib Bandung dan Persipura Jayapura jadi 'korban' buruknya perencanaan dalam hal penyelenggaraan suatu pertandingan di Indonesia.

PT Gelora Trisula Semesta (GTS) membatalkan agenda laga ekshibisi Maung Bandung melawan Mutiara Hitam dengan alasan persiapan kurang optimal disaat kedua tim sebenarnya sudah mengorbankan waktu dan materi untuk menjalani pertandingan yang awalnya akan dilaksanakan Minggu (8/1/2017).

Persipura misalnya, mereka sudah cukup berkorban dengan memanggil sejumlah pemainnya, termasuk para pemain asing untuk berkumpul dan melakukan persiapan menghadapi duel bertajuk 'Tribute to Persipura' yang juga sengaja digelar dalam rangka memeriahkan Kongres Tahunan PSSI di Bandung.

Persib pun tentu tak kalah ruginya, mereka bahkan sengaja meminta bek asal Montenegro Vladimir Vujovic bergabung lebih awal dari yang sebelumnya dijadwalkan. Vlado pun rela 'memangkas' waktu liburannya bersama keluarga demi membela Maung Bandung di laga ini.

"Ya pasti rugi materi dan waktu. Karena kami telah telanjur menggelar persiapan. Kami sudah membelikan tiket pesawat Vladimir Vujovic dari Montenegro ke Indonesia, untungnya tiketnya bisa dibatalkan. Sekarang pun Sergio minta mudik, pengeluaran dadakan pun muncul," jelas Manajer Persib Umuh Muchtar, dilansir Bola.com.

Menurut Umuh, bisa jadi dengan ditundanya laga melawan Persipura, Persib menghentikan aktivitas latihan atau mencari lawan laga uji coba ke beberapa daerah di Jawa Barat dengan materi skuat seadanya.

PT GTS sendiri dengan 'gampangnya' menyatakan bahwa laga ekshibisi ini ditunda hingga sebelum kompetisi resmi digelar. Jawaban yang tentunya terasa absur dan menggampangkan, sebab bagaimanapun klub membutuhkan jadwal pasti agar bisa 'menghitung' atau menyesuaikan dengan program yang telah disusun.

Buruknya perencanaan penyelenggaraan pertandingan ini seolah sudah jadi 'penyakit' sepak bola Indonesia yang sejak dulu hingga kini masih belum bisa disembuhkan. Contohnya bisa dilihat dari sejumlah laga tunda yang kerap diundur tanpa ketegasan jadwal dari pihak penyelenggara.

Di turnamen ISC misalnya Persib dan Pusamania Borneo FC pernah beberapa kali mendapatkan surat penundaan jadwal pertandingan karena berbagai alasan yang membuktikan masih belum optimalnya perencanaan dalam menyusun jadwal pertandingan.(*)