Showing posts with label Maenbal Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Maenbal Indonesia. Show all posts

Sunday, January 8, 2017

Begini Reaksi Bonek Setelah Persebaya Resmi Diakui Kembali PSSI

View Article
Ribuan Bonek memadati kawasan Kompleks Olahraga Pajajaran, Kota Bandung, Minggu (8/1/2017).
Kongres Tahunan PSSI 2017 di Bandung akhirnya benar-benar menciptakan salah satu momen bersejarah untuk Persebaya. Klub berjuluk Bledug Ijo itu resmi diakui kembali sebagai anggota PSSI.

Dari total 106 voters atau pemilik suara, 105 voters di antaranya menyatakan mendukung Persebaya kembali berkompetisi. Keputusan tersebut sontak disambut gembira ribuan Bonekmania yang menyerbu Bandung dari sejumlah wilayah.

Dilansir Vikingpersib.co.id, para Bonek yang ditampung di Kompleks Olahraga Pajajaran, tepatnya di GOR Pajajaran Bandung, langsung merayakannya dengan sujud syukur dan bernyanyi serta menyalakan flare.

Meski sudah di Bandung, namun ribuan Bonek tersebut tetap tak diizinkan mendekat ke arena Kongres Tahunan PSSI yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta, Kota Bandung, Minggu (8/1/2017).

Rasa syukur juga diungkapkan Bonek di media sosial. "ALLAH AKBAR !! Atas berkah Rahmad Allah SWT doa SELURUH pecinta dan pemerhati PERSEBAYA AKHIRNYA... PERSEBAYA RESMI DIAKUI ALHAMDULILLAH" tulis akun @BonekMenur1927.

Tak ketinggalan juga mantan gelandang Persebaya dan Persib Bandung, Taufiq mengucapkan selamat kepada Bonek dan Persebaya atas keputusan diakuinya kembali Bledug Ijo.

"Alhamdulillah selamat buat PERSEBAYA Surabaya n BONeK yg telah Berjuang #salamsatoenyali#suroboyorek #Bonek #barokalloh,"
tulis Taufiq di akun Twitter-nya.(*)

Hanya 1 Voters Tolak Persebaya Kembali ke Pangkuan PSSI

View Article
Kembalinya Persebaya Surabaya sebagai anggota PSSI ditentukan melaui mekanisme voting. Dari 106 voters atau pemilik suara, hanya satu yang tak mendukung Persebaya kembali berkompetisi.

Sejatinya pelaksanaan Kongres Tahunan PSSI 2017 tersebut dihadiri 107 pemilik suara. Namun satu voters berhalangan hadir. Sehingga total ada 106 voters yang memberikan suaranya untuk menentukan nasib tujuh klub terhukum.

Dari 106 voters yang hadir dari klub-klub ISL, Divisi Utama, Liga Nusantara dan Asprov PSSI. 105 voters atau 99 persen di antaranya menyatakan setuju untuk Persebaya Surabaya kembali berkompetisi.

Namun, seperti dilansir Vikingpersib.co.id, ada satu voters yang enggan disebutkan asal dan namanya yang tidak setuju Persebaya kembali berkompetisi.

Sedangkan enam klub terhukum lainnya yaitu Arema Indonesia, Persema Malang, Lampung FC, Persewangi Banyuwangi, Persibo Bojonegoro dan Persipasi Kota Bekasi akan memulai dari Liga Nusantara musim depan.(*)

Resmi, Persebaya Kembali Diakui PSSI

View Article
Tujuh klub yang sebelumnya dicap 'hitam' oleh PSSI di era kepemimpinan La Nyalla Mataliti akhirnya dinyatakan resmi kembali diakui PSSI dalam Kongres Tahunan PSSI 2017 yang berlangsung di Hotel Aryaduta Bandung, Minggu (8/2/2017).

Dilansir Vikingpersib.co.id, salah satu dari ketujuh klub tersebut adalah Persebaya Surabaya yang dengan pengakuan ini maka dipastikan statusnya sudah dipulihkan oleh PSSI dan mereka akan kembali bermain di Divisi Utama musim depan.

Sedangkan enam klub terhukum lainnya yaitu Arema Indonesia, Persema Malang, Lampung FC, Persewangi Banyuwangi, Persibo Bojonegoro dan Persipasi Kota Bekasi akan memulai dari Liga Nusantara musim depan.(*)

Pesan untuk Sepak Bola Indonesia di Balik 'Pengkhianatan' Patrick Cruz

View Article
Patrick Dos Santos Cruz saat menjalani trial di klub Swedia IFK Goteborg pada 2015.
Usia Patrick Dos Santos Cruz yang masih muda, 23 tahun, membuatnya cukup berpeluang mengepakkan sayap kariernya lebih lebar.

Tak heran jika dia sampai sekarang masing menyimpan angan-angan berkarier di kompetisi sepak bola Eropa yang bisa dikatakan jadi kiblat dan surga dalam urusan menjalani karier profesional.

Eropa bagaimanapun sampai sekarang adalah benua impian yang menjanjikan karier menjanjikan bagi setiap pemain sepak bola. Hal itu juga yang masih jadi impian mantan pemain Mitra Kukar tersebut.

Meski menjalani karier cukup mulus di level junior dan sempat dipanggil beberapa kali membela Timnas Brasil U-20 dan U-23. Namun Patrick Cruz seolah menemui rintangan berat saat menginjakan karier di level senior atau profesional.

Di negaranya, Patrick Cruz sempat singgah ke beberapa klub yang tergolong lumayan ternama. Di antaranya Corinthians dan Flamengo, namun kariernya tak berlangsung lama.

Pada awal 2015, Patrick Cruz ternyata diketahui sempat mencoba peruntungan di Eropa. Dia diketahui menjalani trial di klub papan atas Swedia IFK Goteborg, namun gagal mendapatkan kontrak dari klub pengoleksi 18 gelar juara Liga Swedia tersebut.

Sebelum ke Swedia Patrick Cruz pun seperti dilansir laman resmi IFK Goteborg sempat menjalani trial di Portugal, namun gagal. Tak bisa mewujudkan mimpi bermain di Eropa karena tak ada klub yang menerimanya, Patrick Cruz kemudian mendapat tawaran singgah ke Indonesia.

Mitra Kukar jadi klub yang cukup 'beruntung' bisa menggunakan jasanya. Terbukti Patrick Cruz bisa menghadirkan efek luar biasa kepada Naga Mekes di turnamen Piala Jenderal Sudirman. Ketajamannya mampu membantu Naga Mekes menjuarai turnamen pengisi kekosongan kompetisi resmi akibat pembekuan PSSI oleh pemerintah.

Setelah menjalani karier selama satu musim di Malaysia bersama T-Team FC. Namanya kembali mencuat setelah Persib mengumumkan telah menjalin kesepakatan dengan pemain jebolan akademi sepak bola Sao Paulo tersebut. Kabar tersebut sontak disambut gembira bobotoh.

Setelah sekitar dua pekan sejak diumumkan bakal bergabung ke Maung Bandung, Patrick Cruz bisa dikatakan jadi sosok yang paling dinantikan kehadirannya oleh manajemen, jajaran pelatih, dan pemain Persib serta tentunya bobotoh.

Namun tiba-tiba, Jumat (6/1/2017), Patrick Cruz memberikan 'kejutan' yang cukup melukai perasaan bobotoh dan Persib. Sejumlah media Vietnam memberitakan namanya sebagai salah satu rekrutmen Sai Gon FC.

Akhirnya Patrick Cruz jadi sosok yang dibenci karena keputusannya pergi ke Vietnam meski agennya sudah menerima uang muka sebagai tanda jadi. Manajer Persib Umuh Muchtar geram dan mengungkapkan kekecewaannya kepada agen karena tak bisa mengawal Patrick Cruz untuk datang ke Indonesia.

Hal lain yang bikin kesal Persib adalah sikap agen yang menuntut Patrick Cruz dikontrak satu paket dengan Alex Willian Costa Silva yang secara kualitas belum diketahui meski rekaman video menunjukkan pemain yang doyan gonta-ganti klub itu punya kemampuan cukup baik.

Satu hari setelah namanya diumumkan sah milik Sai Gon FC, Patrick Cruz membuat video 'pengakuan dosa' yang diunggahnya di akun Instagram. Dia menyampaikan permintaan maaf dan membeberkan alasan kenapa dirinya memilih Liga Vietnam dan membatalkan kesepakatan lisan dengan Persib.

Secara etika, Patrick Cruz menunjukkan dirinya bukan sosok yang bisa menghargai komitmennya. Namun jika disimak lebih dalam, alasannya memilih berkarier di Liga Vietnam, juga bisa dimaklumi dan bahkan jadi pesan tersembunyi, terutama bagi pegiat ataupun pelaku sepak bola di Indonesia.

Salah satunya adalah jaminan menciptakan wadah kompetisi yang bermutu sehingga bisa memberikan kenyamaan kepada para pelakunya, dalam hal ini pemain dan pelatih. Dengan kompetisi berkualitas, baik secara pengelolaan maupun pelaksanaan.

Hambatan non-teknis selama ini memang kerap terjadi di sepak bola Indonesia yang membuat para pelakunya menjadi tak nyaman. Seperti saat terjadinya dualisme PSSI dan dualisme kompetisi. Lalu pada 2015 terjadi gesekan antara pemerintah dan PSSI yang mengakibatkan kompetisi tak berjalan dan berujung sanksi FIFA.

Dampaknya mereka yang menggantungkan hidup dari sepak bola resah meski sejumlah turnamen digelar untuk mengisi kekosongan kompetisi yang setidaknya bisa membuat para pelakunya tetap menyambung kebutuhan hidup.

Tradisi 'konflik' di sepak bola Indonesia inilah yang bisa jadi, membuat para pemain asing tak menjadikan Indonesia sebagai prioritas tujuan karier meski saat ini status Indonesia sudah pulih setelah FIFA mencabut sanksi.

Sepak bola Indonesia yang belum berdiri sendiri atau masih sangat dipengaruhi faktor lain, faktanya sering menimbulkan ketakutan. Salah satunya kompetisi bakal berjalan tak mulus, bahkan terhenti di tengah jalan karena beragam faktor, tak terkecuali agenda politik -padahal sejatinya tak harus dijadikan alasan-.

Tak heran jika kompetisi sepak bola Indonesia untuk ukuran ASEAN magnetnya bisa dikatakan kalah kuat dari Liga Thailand, Liga Malaysia dan Liga Vietnam.

Meski sempat diguncang skandal suap dan pengaturan skor. Tapi dengan kompetisi sepak bola yang lebih tertata rapi, tak heran jika Patrick Cruz ingin menjadikan Liga Vietnam sebagai pijakan untuk mewujudkan mimpinya yang sempat tertunda yakni bermain di kompetisi Liga Eropa seperti yang dijelaskan dia di akun Instagramnya.

"Saya akan ..... (bermain) musim berikutnya di Vietnam, karena saya punya mimpi main di Europa. Jadi aku harus pergi melalui langkah ini sehingga saya dapat mencapai impian saya," jelasnya dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata.(*)

Saturday, January 7, 2017

Eks Pelatih Israel & PSG Pimpin Timnas Indonesia?

View Article
Pelatih timnas Indonesia masih belum mau disebutkan oleh PSSI. Santer nama Luis Fernandez bakal diplot menjadi arsitek skuad Garuda.

Luis Fernandez merupakan sosok berdarah Spanyol. Ia berkewarganegaraan Prancis dan merupakan mantan penggawa timnas Prancis.

Pria berusia 57 tahun juga tercatat sebagai eks pemain Paris Saint Germain, RC Paris, dan Cannes. Itu sebelum menjadi pelatih.

Sebelum dikabarkan akan menangani timnas Indonesia, Luis Fernandez pernah menjadi arsitek Cannes, PSG, dan Espanyol. Ia juga pernah menangani Al Rayyan, Beitar Jerusalem, Betis, Reim, sebelum mengarsiteki Israel dan Guinea.

“Sama, pelatih timnas ditunggu saat kongres. Tinggal sehari lagi. Tunggu ya,” kata Joko Driyono, Sabtu (7/1/2017).

Pelatih yang akan diumumkan nantinya akan diprioritaskan untuk timnas U-23. Ini mengingat timnas U-23 akan tampil di SEA Games.

Ia juga akan memimpin timnas senior di beberapa laga uji coba yang masuk dalam kalender FIFA. PSSI juga akan menetapkan pelatih timnas U-16 dan U-19 lewat kongres, Minggu (8/1).(*)

Sumber: Sportsatu.com

Friday, January 6, 2017

Bonek Berharap di Bandung Tercipta Sejarah Manis untuk Persebaya

View Article
Suporter Persebaya Surabaya atau Bonek berharap Kongres PSSI di Bandung, Minggu (8/1/2017), menghasilkan keputusan sah pengakuan PSSI kepada klub kesayangan mereka sehingga bisa kembali berlaga di kompetisi resmi.

Seperti diketahui meski dilarang, namun ribuan Bonek tetap berangkat ke Bandung dalam aksi yang mereka sebuk 'Aksi Gruduk Bandung'. Diperkirakan sekitar 3.000 Bonek bakal hadir di Bandung untuk mengawal pelaksanaan Kongres PSSI sekaligus bersilaturahi dengan kelompok suporter Persib.

"Kami datang ke Bandung juga tidak akan intervesi langsung kepada kongres. Memang kami sudah siapkan apapun hasil yang diputuskan akan kami terima. Kami tidak bisa menahan teman-teman untuk datang ke Bandung karena kita sudah menyiapkan jauh-jauh hari sejak kongres di Ancol 10 November 2016 kemarin," ungkap Pentolan Bonek, Andi Peci, dilansir Galamedianews.com.

Meski, ada jaminan dari Ketua umum PSSI terkait pengesahan Persebaya di kompetisi resmi serta imbauan untuk tidak datang ke Bandung. Namun, para Bonek tetap ingin ketegasan terkait nasib Persebaya kedepannya dalam Kongres nanti.

"Kita memang sudah pikirkan kalau tidak diperbolehkan atau janjinya tidak ditepati kami akan menempuh proses hukum, walaupun kami yakin akan kembalinya itu. Tapi kalau seandainya nanti ada sesuatu yang akhirnya anti-klimaks, tentu kami akan melakukan jalur hukum. Sebenarnya dualisme Persebaya sudah clear, persiapan tim juga sudah clear maka tiada ada alasan apapun untuk tidak diakui di Kongres," tuturnya.

Ia pun mengaku sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait aksi ini. Bahkan Bonek menjamin kondusivitas Kota Bandung akan tetap terjaga.

"Kalau tidak dibolehkan itu bencana sepak bola nasional, artinya para voters itu tidak paham betul terhadap persoalan sepak bola nasional. Kita sudah komunikasi dengan pengurus PSSI dan Kemenpora untuk menjelaskan secara objektif kedatangan kami di Bandung untuk merayakan, mungkin Ketum yang baru belum tahu dinamika suporter terutama bonek," pungkasnya.(*)

Sumber: Galamedianews.com

Ridwan Kamil Jamin Bonek Tak Perlu Khawatir Soal 'Perut'

View Article
Berdasarkan hasil rapat koordinasi, Kamis (5/1/2017) kemarin, para pendukung Persebaya Surabaya (Bonek) akan difasilitasi tempat untuk istirahat dan berkumpul oleh Pemkot Bandung, yaitu di GOR Padjajaran dan GOR Takrawa Lodaya.

Seperti diketahui, sekira 3.000 Bonek bakal menghadiri Kongres PSSI yang akan digelar di Hotel Aryaduta, Jalan Sumatera, Minggu (8/1/2017) mendatang. Untuk melakukan pengawalan dan pengamanan, 1.558 Personel Polrestabes Bandung pun siap dikerahkan selama kegiatan berlangsung.

Selain menjamin keamanan dan memfasilitasi tempat, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) juga memastikan bahwa Kota Bandung bakal menjamin makanan untuk para Bonek, yang dikoordinasikan oleh Ibu Wali Kota Bandung dan Ibu Kapolrestabes Bandung.

“Untuk urusan makan, akan diurus oleh Ibu Walikota BDG dan Ibu Kapolrestabes BDG. kasih tau teman2nya. Nuhun,” cuit @ridwankamil, Jumat (6/1/2017).

Cuitan Emil tersebut adalah balasan dari mention seorang Bonek, yang mengucapkan rasa terimakasihnya atas fasilitas yang diberikan oleh Pemkot Bandung.

“@ridwankamil terimakasih pak atas tempatnya kami akan selalu jaga ketertiban selama ada dikota bandung,” cuit @andreas_1927.(*)

Sumber: Prfmnews.com

Irfan Bachdim Tertarik Gabung ke Arema

View Article
Irfan Bachdim dikabarkan tertarik untuk bergabung dengan Arema FC pada musim depan. Ketertarikan Irfan pun disampaikan langsung oleh Pelatih Arema, Aji Santoso.

Aji pun mengatakan bahwa pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Irfan. Tetapi sampai saat ini belum ada kata sepakat antara pihak Irfan dengan manajemen Singo Edan.

Mantan Pelatih Persela Lamongan itu meminta agar semua pihak khususnya Aremania bersabar terkait proses penarikan Irfan. Sebab, sampai saat ini seluruh pihak Arema masih terus berusaha membawa pemain berusia 28 tahun itu ke Malang.

"Saya sudah langsung berkomunikasi dengan Irfan. Dia juga tertarik ke Arema tapi memang sekarang sedang masa penyembuhan cedera. Kita lihat saja perkembangannya," kata Aji Santoso, dilansir Ongisnade.

Jika pengrekrutan Irfan berhasil, maka Arema memiliki daftar penyerang yang cukup tajam di posisi depan. Sebelumnya Arema sudah memiliki Cristian Gonzales yang masih produktif meski usianya sudah uzur.

Bahkan, opsi penduetan Irfan dan Gonzales di lini depan Arema untuk musim depan bisa saja terulang kembali seperti Piala AFF 2010. Ya saat itu, Gonzales dan Irfan sering diletakan berduet oleh Alfred Riedl di ajang bergengsi se Asia Tenggara itu.

"Jadi kalau jadi ambil Irfan bukan berarti Gonzales tidak di Arema. Justru persaingan akan semakin ketat dan itu baik," kata Aji.

Saat ini Irfan masih terus memantapkan kondisinya pasca mengalami cedera sebelum Piala AFF 2016 berlangsung. Mantan pemain Persema Malang itu pun sudah mengaku siap untuk memulai aktifitas barunya.

Namun, usaha dari Arema untuk mendapatkan servis Irfan harus keras. Sebab, ada Bali United dan Semen Padang yang kabarnya juga tertarik kepada mantan pemain Consadole Sapporo itu.(*)

Sumber: Tribunnews.com