Showing posts with label Maenbal Manca. Show all posts
Showing posts with label Maenbal Manca. Show all posts

Friday, January 6, 2017

Inilah Klub Vietnam yang 'Merusak' Rencana Persib

View Article
Situs resmi V-League memuat nama Patrick Cruz sebagai salah satu pemain Sai Gon FCmusim 2017.
Rencana Persib Bandung menggaet penyerang asal Brasil Patrick Dos Santos Cruz bisa dikatakan hampir pasti bakal berantakan karena manuver yang dilakukan klub Liga Vietnam.

Tim tersebut adalah Sai Gon FC yang bertarung di kompetisi kasta tertinggi Liga Vietnam atau V-League 1. Bahkan, situs resmi V-League 1 (www.vnleague.com) sudah memuat nama Patrick Cruz di daftar pemain Sai Gon FC pada kompetisi musim 2017.

Dilansir Vnleague.com, nama Patrick Cruz tercantum sebagai salah satu dari dua pemain asing milik Sai Gon FC. Satu lagi adalah Marcelo Fernandes yang juga berasal dari Brasil.

Pemberitaan terkait bergabungnya Patrick Cruz ke Sai Gon FC juga ditulis oleh laman Baohatinh.vn pada Jumat (6/1/2017), dengan merilis daftar pemain asing yang membela klub peserta V-League 1 musim 2017.

Namun demikian, seperti dilansir Vietnamnews.vn, Sai Gon FC secara resmi baru memperkenalkan Marcelo sebagai pemain asing mereka. Sementara Patrick Cruz belum resmi diperkenalkan karena baru tiba di Kota Ho Chi Minh City pada Kamis (5/1/2017) waktu setempat.

Kabar merapatnya Patrick Cruz ke Sai Gon FC sebenarnya sudah diterima oleh Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB). Bahkan Manajer Persib Umuh Muchtar mengancam akan memperkarakan kasus ini karena pihak Patrick Cruz sudah menerima down payment (DP).(*)

Wednesday, December 28, 2016

Makan Konate Jalani Operasi di Kuala Lumpur

View Article
Klub Malaysia, T-Team FC memaparkan kondisi terakhir Makan Konate yang tidak bisa membela klub berjuluk The Titans itu di musim 2017 karena cedera yang dialaminya.

Gelandang asal Mali itu dilaporkan telah menjalani operasi di Kuala Lumpur, Selasa (27/12/2016), yang merupakan bagian dalam proses penyembuhan cedera lutut yang dialami.

"Makan Konate tidak bisa memberikan servisnya bersama T-Team di musim 2017 karena harus menjalani operasi dan perlu istirahat, kemudian menjalani latihan untuk memulihkan cedera yang dialami," tulis T-Team di akun resmi Facebook-nya, dilansir Sportsatu.com.

"Setelah operasi, T-Team akan mendampingi pemulihan kondisi agar menjadi baik di bawah kendali staf fisioterapi T-Team."

T-Team juga menjelaskan bahwa Konate ingin terus bersama dan membela tim berjuluk The Titans meski ditaksir sejumlah klub, satunya Persib Bandung. Maung Bandung akhirnya memutuskan berhenti mengejar mantan pemainnya karena proses negosiasi yang dilakukan mentok.

"Ia sebetulnya ingin terus bersama skuad T-Team di musim depan, tetapi karena cedera Makan Konate seketika terpaksa melupakannya. Kepada pendukung, sampaikanlah kata-kata penyemangat buat Makan Konate,".(*)

Tuesday, December 20, 2016

Persib Berniat Rekrut Pemain Timnas Thailand? Ini Kata Umuh

View Article
Thailand tampil impresif dalam ajang Piala AFF 2016 setelah keluar sebagai juara pada ajang dua tahunan tersebut dengan mengalahkan Indonesia pada partai final dengan agregat 3-2.

Selain itu dua pemain tim gajah putih yaitu Teerasil Dangda dan Chanathip Songrasin yang dijuluki Messi Thailand meraih gelar sebagai top skor serta pemain terbaik.

Bahkan dalam Dream Team Piala AFF 2016 versi Fox Sports Thailand mengirimkan enam wakilnya yaitu Kawin Thamsatchanan, Tristan Do, Tanaboon Keserat, Chanathip Songkrasin, Sarach Yooyen serta Teerasil Dangda.

Kesuksesan ini membuat salah satu tim besar asal Indonesia, Persib Bandung mempertimbangkan untuk merekrut pemain Thailand pada kompetisi ISL 2017 mendatang.

Namun kepastian tersebut baru akan dibahas pada pekan mendatang saat pertemuan para petinggi tim juara ISL 2014 itu. "Kayanya masih belum (saat ini), nanti akan dibicakaran untuk slot pemain asia (saat pertemuan)," katanya, dilansir Liputan6.com.

Disinggung siapa pemain Thailand yang menjadi bidikan, Zainuri belum bisa memberikan komentar banyak. "Tapi bisa saja Korea, Jepang, Thailand, lihat kebutuhan saja," tegas dia.

Persib Bandung bukan tempat baru bagi para pemain Thailand. Sebelumnya pada musim 2005, Maung Bandung sempat menggunakan jasa Nipont Chanarwut, Pradith Taweechai.

Lalu Sintaweechai 'Kosin' Hatharaitanakool datang semusim setelahnya. Disusul kemudian, Suchao Nutnum dan kedatangan kembali Sintaweechai 'Kosin' Hatharaitanakool pada musim 2009-2010.(*)

Sumber: Liputan6.com

Saturday, December 17, 2016

Thailand Kubur Mimpi Indonesia di Rajamangala

View Article
Impian Indonesia meraih gelar juara Piala AFF 2016 kandas setelah menelan kekalahan 0-2 dari Thailand pada final leg kedua di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/12/2016).

Hasil tersebut membuat skuat Garuda yang menang di leg pertama dengan skor 2-1 kalah aggregat 2-3 dari Thailand. Gelar juara ini jadi yang kelima buat Thailand, sebaliknya buat Indonesia kegagalan ini juga jadi yang kelima. Setelah sebelumnya gagal di final Piala AFF 2000, 2002, 2004, dan 2010.

Kemenangan Thailand atas Indonesia di leg kedua, bisa dikatakan tak lepas dari keputusan brilian pelatih Kiatisuk Senamuang untuk melakukan perubahan besar dalam susunan pemain inti.

Salah satunya dengan memainkan kembali Siroch Chatthong sebagai tandem Teerasil Dangda di lini depan. Terbukti penyerang milik Ubon UMT United itu jadi protagonis di laga ini dengan memborong dua gol. Masing-masing pada menit 37 dan 47.

Indonesia sendiri di laga ini nampak kesulitan meladeni permainan Thailand yang sangat sabar dalam mengalirkan bola. Skema serangan balik pasukan Garuda kerap mampu dimentahkan oleh para pemain pasukan Gajah Perang yang antarlini terlihat cukup hidup dan seimbang.

Thailand sebenarnya bisa memperbesar keunggulan andai Teerasil Dangda mampu memaksimalkan peluang dari titik penalti. Namun sepakan pemain Muangthong United yang sempat diincar Persib Bandung itu bisa dimentahkan Kurnia Meiga pada menit 80.

Skor 2-0 untuk Thailand bertahan sampai akhir dan sudah cukup bagi skuat Gajah Perang untuk mempertahankan trofi Piala AFF dengan keunggulan aggregat 3-2.(*)

Starting Line Up Thailand dan Indonesia

View Article
Pelatih Indonesia Alfred Riedl memainkan pemain Persib Bandung Zulham Zamrun sejak menit pertama saat menghadapi Thailand pada final leg kedua Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, malam ini (live RCTI dan iNews mulai pukul 18.00 WIB).

Sementara Thailand melakukan perubahan cukup signifikan dalam susunan pemain inti. Bahkan Thailand kali ini memainkan dua striker sekaligus yakni Siroch Chatthong dan top skor sementara Teerasil Dangda untuk memporsir kemenangan minimal 1-0.(*)

Berikut Susunan Pemain Thailand dan Indonesia

Thailand
Kawin Thamsatchanan; Theerathon Bunmathan, Adison Promrak, Tristan Do, Sarach Yooyen, Charyl Chappuis, Prathum Chutong, Tanaboon Kesarat, Chanathip Songkrasin; Teerasil Dangda, Siroch Chatthong.

Indonesia
Kurnia Meiga; Benny Wahyudi, Fachrudin Aryanto, Hansamu Yama Abduh Lestaluhu; Manahati Lestusen, Rizky Pora, Stefano Lilipaly, Bayu Pradana, Zulham Zamrun; Boaz Solossa.

Tanpa Andik, Riedl Optimistis Indonesia Tetap Mengejutkan

View Article
Andik Vermansyah dipastikan absen membela Indonesia di final leg kedua Piala AFF 2016 menghadapi Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok, malam ini (live RCTI dan iNews mulai pukul 18.00 WIB).

Absennya Andik dinilai akan memengaruhi daya gedor skuat Garuda. Namun pandangan ditepis pelatih Alfred Riedl. Ia menegaskan, dengan atau tanpa Andik, Indonesia akan bermain sebagai kesatuan unit.

Andik mengalami cedera itu ketika bermain di final leg pertama di Stadion Pakansari, Rabu (14/12/2016) dimana Indonesia menang 2-1. Saat itu dia hanya bermain selama 20 menit dan digantikan Zulham Zamrun.

Banyak pengamat yang menilai absennya Andik bisa menyulitkan Indonesia mewujudkan misi meraih gelar juata Piala AFF untuk pertama kalinya. Sebab peran gelandang berusia 25 tahun itu dinilai cukup penting bagi skuat Garuda. Salah satu kontribusinya ketika membantu Indonesia mengalahkan Singapura 2-1 pada laga penutup penyisihan Grup A dengan menyumbang satu gol.

"Saya tidak cemas sekalipun Andik Vermansyah absen karena cedera. Soalnya, Indonesia masih diperkuat banyak pemain berkualitas. Kami optimistis bisa merebut gelar juara," ucap Riedl saat jumpa media, dilansir Sindonews.com.

Satu hal yang ditekankan Riedl adalah mengenai status Indonesia yang 'masih' tak diunggulkan. Dia mengakui Indonesia bagaimanapun tetap dianggap underdog atau kuda hitam.

Itu sebabnya Riedl tetap merasa gembira dan bangga karena Indonesia bisa melangkah lebih jauh dari yang diperkirakan banyak orang dengan lolos ke final dan kini berpeluang jadi juara meski 'hanya' mengangtongi modal kemenangan yang skornya bisa dikatakan sangat riskan yakni 2-1.(*)

Zico: Thailand Akan Memenangkan Gelar Kelima

View Article
Pelatih Timnas Thailand Kiatisuk 'Zico' Senamuang optimistis anak asuhnya bisa memuluskan skenario minimal memenangkan pertandingan dengan skor 1-0 saat menghadapi Indonesia pada final leg kedua Piala AFF 2016 di Stadion Rajamangala, Sabtu (17/12/2016).

Zico menilai Teerasil Dangda Cs bisa membalikan keadaan setelah menelan kekalahan 1-2 dari Indonesia di leg pertama. Menurut dia, skuat Gajah Perang sudah siap segalanya demi meraih kemenangan atas Indonesia sekaligus memenangkan trofi kelima Piala AFF 2016.

Secara matematis, Thailand memang hanya butuh satu gol untuk merebut gelar juara Piala AFF 2016. Melihat statistik, satu gol bukan hal mustahil untuk diwujudkan timnas Thailand yang dipastikan bakal mendapatkan sokongan dari suporternya.

"Semua pemain kami siap, dan kami menargetkan jadi juara. Kami harus melupakan kekalahan kemarin, dan target kami besok adalah kemenangan," ujar Zico, dilansir Viva.co.id.

"Saya juga tidak akan membicarakan strategi (saat ini), kita lihat besok. Kami akan memenangkan gelar kelima kami," tambahnya.

Kick off pertandingan final leg kedua antara Thailand melawan Indonesia akan berlangsung pada Sabtu (17/12/2016) pada pukul 19.00 WIB dan rencananya akan disiarkan langsung oleh RCTI dan iNews.(*)

Pemain Incaran Persib Dijagokan Jadi Pemain Terbaik Piala AFF 2016

View Article
Winger andalan timnas Indonesia Rizky Rizaldi Pora jadi salah satu pemain yang dijagokan meraih gelar pemain terbaik Piala AFF 2016 berkat performa apiknya sepanjang turnamen.

Dilansir Viva.co.id, salah satu pemain yang digadang-gadang jadi salah satu incaran Persib Bandung itu dinilai pantas meraih gelar individual tersebut. Selain Rizky Pora, fullback kiri Thailand Theerathon Bunmathan, juga diperkirakan akan bersaing merebut label tersebut.

Sama halnya dengan Rizky Pora, pemain Muangthong United itu juga tampil cukup baik. Uniknya di final leg pertama, Theerathon memberi 'umpan' kepada Rizky Pora sebelum pemain Barito Putera itu menjebol gawang Thailand lewat tendangan jarak jauh yang berbelok arah karena membentur Tristan Do untuk membuat Indonesia menyamakan kedudukan hingga akhirnya bisa membalikan keadaan lewat gol Hansamu Yama.

Baik Rizky Pora maupun Theerathon sama-sama telah mengemas satu gol dan 4 assist bagi masing-masing tim. Rizky Pora bahkan pernah sekali menjadi man of the match pada leg 1 semifinal kontra Vietnam, sedangkan Theeraton belum pernah.

Selain dua nama tersebut, ada pula sejumlah pemain yang punya peluang untuk didaulat berpenampilan apik di turnamen ini. Sebut saja Boaz Solossa dan Stefano Lilipaly (Indonesia), serta Sarawut Masuk, Teerasil Dangda, dan Sarach Yooyen (Thailand).(*)

Friday, December 16, 2016

PM Thailand Cekoki Skuat Indonesia dengan 'Racun'

View Article
Sejak kalah 2-4 dari Thailand di laga pembuka, timna Indonesia terus membuat kejutan hingga final leg pertama Piala AFF 2016.

Ketika banyak analis yang meyakini kejutan Indonesia akan dihentikan Thailand. Skuat Garuda justru mampu mematahkan prediksi yang mayoritas lebih mengunggulkan Thailand bakal berjaya di final Piala AFF 2016.

Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha mengaku terkejut dan memuji performa pasukan Garuda saat menghempaskan skuat Gajah Perang dengan skor 2-1 di Stadion Pakansari, Rabu (14/12/2016).

"Tetangga kami (Indonesia) merupakan tim yang kuat, tapi kami adalah 'gajah' dan harus sabar. Saya berharap Thailand memenangkan pertandingan selanjutnya," ujar Prayut seperti dilansir Bangkok Post.

Melihat performa luar biasa Indonesia, Prayut mulai cemas negaranya bakal gagal mempertahankan Piala AFF. Prayut menilai Indonesia tim yang kuat.

Timnas Indonesia bakal menjadi juara jika bisa menahan imbang Thailand. Sedangkan Thailand wajib menang minimal 1-0 bila ingin kembali juara Piala AFF.

Prayut sendiri memilih tidak datang ke Stadion Rajamangala saat leg kedua final Piala AFF 2016 berlangsung, Sabtu (17/12/2016). Dia rencananya hanya akan menonton pertandingan melalui layar kaca.

Meski banjir pujian, termasuk dari pejabat tinggi Thailand. Namun skuat Garuda tentu diharapkan termakan oleh puja dan puji yang diterima.

Boaz Solossa Cs sepertinya harus menelaah makna dari ucapan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Persib Bandung dan Indonesia, Adjat Sudrajat: "Persib besar karna cacian, pujian adalah racun".(*)

Sumber: Liputan6.com

Wednesday, December 14, 2016

'Dongeng' Indonesia Berlanjut di Final Leg I Piala AFF 2016

View Article
'Dongeng' Indonesia di Piala AFF 2016 berlanjut setelah meraih kemenangan dalam final leg pertama melawan Thailand. Tampil di depan sekitar 30.000 penonton, skuat Garuda mematahkan semua prediksi usai mengandaskan pasukan Gajah Perang dengan skor 2-1 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Rabu (14/12/2016).

Indonesia memulai pertandingan di bawah tekanan Thailand yang sukses mengontrol permainan dengan gaya khas mereka yang lebih mengandalkan umpan-umpan pendek sebelum melakukan tusukan ke pertahanan Garuda.

Puncaknya Teerasil Dangda dengan jitu mampu memaksimalkan umpan crossing Theerathon Bunmanthan lewat sundulan kepada yang tak mampu dijangkau kiper Kurnia Meiga pada menit 33. Skor 1-0 ini bertahan hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan.

Di babak kedua, Indonesia terlihat lebih mampu mengeksploitasi celah di barisan pertahanan Thailand lewat skema serangan balik. Hasilnya Rizky Pora mampu membuat puluhan ribu suporter Indonesia bergemuruh di Stadion Pakansari setelah tendangan kerasnya yang membentur Tristan Do membuat Kawin Thamsatchanan mati langkah dan hanya terperangah melihat gawangnya jebol pada menit 65.

Gol pemain incaran Persib Bandung itu seolah membuat motivasi pasukan Garuda jadi berlipat. Buktinya Indonesia mampu balik unggul lewat sundulan kepala Hansamu Yama Pranata usai memaksimalkan umpan sepak pojok Rizky Pora pada menit 70.

Gol Hansamu tersebut kembali membuat puluhan ribu penonton di Stadion Pakansari dan jutaan masyarakat Indonesia berjingkrak kegirangan. Skor 2-1 untuk Indonesia ini akhirnya mampu dipertahankan hingga akhir laga.

Baca juga: Lawan Thailand, Skuat Garuda 'Ulah Kumeok Memeh Dipacok'

Meski skor kemenangan Indonesia bisa dikatakan jadi skor 'riskan'. Namun bagaimanapun kemenangan ini jadi bukti bagi Indonesia jika Thailand yang lebih unggul secara teknis permainan bisa dikalahkan dengan modal motivasi tinggi.

Dan, perlu diingat juga Indonesia kini punya kesempatan mengukir sejarah sekaligus mengakhiri 'dongeng' di Piala AFF 2016 dengan cerita manis setelah banyak pihak yang meragukan dan mungkin 'mencibir kiprah skuat Garuda sebelum turnamen paling akbar di ASEAN itu digelar.

Kemenangan ini jadi modal bagi pasukan Garuda menghadapi final leg kedua di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/12/2016).(*)

Susunan Starting Line Up Indonesia dan Thailand

View Article
Pelatih Indonesia Alfred Riedl mempertahankan skema 4-6-1 dengan menempatkan Boaz Solossa di lini depan saat menghadapi Thailand pada final leg pertama Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, malam ini (live RCTI dan iNews mulai pukul 18.30 WIB).

Riedl juga kembali memainkan Manahati Lestusen sebagai gelandang bertahan. Pelatih asal Austria itu rupanya berharap Manahati kembali tampil apik seperti saat menghadapi Vietnam di semifinal. Peran Manahati diharapkan bisa merusak kreativitas lini tengah Thailand yang dimotori gelandang serang bertubuh mungil Chanathip Songkrasin.

Sementara Thailand juga memainkan komposisi pemain terbaiknya. Termauk top skor sementara Teerasil Dangda yang di leg kedua semifinal melawan Myanmar hanya dimainkan selama 45 menit.(*)

Berikut Susunan Pemain Indonesia dan Thailand

Indonesia
Kurnia Meiga; Benny Wahyudi, Fachrudin Aryanto, Hansamu Yama Abduh Lestaluhu; Manahati Lestusen, Rizky Pora, Stefano Lilipaly, Bayu Pradana, Andik Vermansyah; Boaz Solossa.

Thailand
Kawin Thamsatchanan; Kroekit Thawikan, Theerathon Bunmathan, Koravit Namwiset, Tristan Do, Adison Promrak, Chanathip Songkrasin, Sarach Yooyen, Pokklaw Anan, Sarawut Masuk; Teerasil Dangda.

Kehangatan Bobotoh Masih Dirasakan Kiper Timnas Thailand

View Article
Kiper kedua Timnas Thailand, Sinthaweechai 'Kosin' Hathairattanakool, ternyata masih memiliki kenangan di Indonesia. Kosin pernah bermain di Liga Indonesia bersama Persib Bandung.

Kiper berusia 34 tahun ini bermain di Persib dalam dua periode berbeda yakni Liga Indonesia XII/2006 dan ISL musim 2009/2010. Tak hanya soal makanan yang diingat oleh Kosin, ia juga masih ingat rivalitas antara Bobotoh dan The Jakmania. 

Saat berada di Indonesia untuk laga final Piala AFF 2016, Kosin pun tidak lupa untuk mencicipi makanan khas Indonesia. Final Piala AFF akan berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu 14 Desember 2016.

"Saya suka makan nasi goreng. Tetapi, ini belum makan nasi goreng. Tetapi, saya sudah makan soto," kata Kosin dilansir Viva.co.id.

Beberapa penggemar sepakbola Tanah Air pun masih ingat dengan Kosin, kiper Suphanburi tersebut.  "Saya Bobotoh ingin foto dengan Anda (Kosin)," kata seorang penggemar.

"Oh baik, kamu Bobotoh ya? Bukan The Jak?" canda Kosin sambil tersenyum.(*)

Sumber: Viva.co.id

Monday, December 12, 2016

Inilah Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions

View Article
Drawing babak 16 besar Liga Champions 2016 di Nyon, Swiss, Senin (12/12/2016), menghasilkan pertemuan empat klub besar.

Raksasa Prancis, Paris Saint Germain (PSG) akan jumpa Barcelona. Sementara Arsenal bertemu Bayern Munchen.

Pertandingan 16 besar akan menggunakan format kandang-tandang. Leg pertama digelar pada 4–15 dan 21–22 Februari 2017, sedangkan leg kedua berlangsung 7–8 dan 14–15 Maret 2017.

Berikut Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions 2016/2017
Manchster City vs Monaco
Real Madrid vs Napoli
Benfica vs Borussia Dormund
Bayern Muenchen vs Arsenal
Porto vs Juventus
Bayer Leverkusen vs Atletico Madrid
Paris Saint Germain vs Barcelona
Sevilla vs Leicester City

Highlights Superclasico River Plate vs Boca Juniors

View Article
Boca Juniors memenangkan duel Superclasico melawan musuh bebuyutannya River Plate dalam lanjutan Liga Primera Argentina yang berlangsung di Stadion Monumental Antonio Vespucio Liberti, Senin (12/12/2016). Dalam pertandingan ini Carlos Tevez jadi bintang kemenangan Boca lewat dua gol yang diciptakannya.(*)

Highlights Liverpool vs West Ham United 2-2

View Article
Liverpool hanya bisa bermain imbang 2-2 saat menjamu West Ham United di Stadion Anfield pada pertandingan pekan ke-15 Premier League, Minggu (11/12/2016). Gol Liverpool dicetak oleh Adam Lallana (menit ke-5) dan Divock Origi (48'). Sementara itu, gol West Ham United dibukukan Dimitri Payet (27') dan Michail Antonio (39').(*)

Highlights Torino vs Juventus 1-3

View Article
Juventus meraih kemenangan 3-1 atas Torino dalam laga pekan ke-16 Serie A 2016-2017 di Stadio Olimpico Grande Torino, Minggu (11/12/2016). Gol kemenangan I Bianconeri dicetak oleh Gonzalo Higuain (28', 82') dan Miralem Pjanic (90+2'). Kemenangan ini membuat posisi Juventus semakin kukuh di puncak klasemen sementara dengan 39 poin. Adapun Torino berada di urutan ketujuh klasemen dengan nilai 25.(*)

Friday, December 9, 2016

Dua Stadion Final Piala AFF 2016 Resmi Dirilis

View Article
Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) melalui akun Twitter dan Facebook resmi mereka resmi merilis venue pertandingan final Piala AFF 2016.

Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor jadi lokasi final leg pertama, Rabu (14/12/2016) dan Stadion Rajamangala di Kota Bangkok jadi venue final leg kedua yang digelar Sabtu (17/12/2016).

Sebagai catatan Indonesia pernah dua kali jumpa dengan Thailand di final Piala AFF, tepatnya pada 2000 dan 2002. Di dua final itu Indonesia selalu kalah dari Thailand dalam final yang masih menerapkan format duel tunggal.(*)

Thursday, December 8, 2016

Libas Myanmar, Thailand Hadapi Indonesia di Final

View Article
Thailand memastikan diri lolos ke final Piala AFF 2016 untuk meladeni Indonesia setelah sukses membungkam Myanmar dengan skor meyakinkan 4-0 di semifinal leg kedua yang digelar di Stadion Rajamangala, Bangkok, Kamis (8/12/2016).

Kemenangan 4-0 di leg kedua membuat Thailand unggul aggregat 6-0 setelah di semifinal leg pertama di Yangon, Minggu (4/12/2016), pasukan Gajah Perang meraih kemenangan 2-0.

Empat gol Thailand pada laga ini masing-masing diciptakan lewat sundulan Sarawut Masuk pada menit 33, eksekusi penalti Theeraton Bunmatan pada menit 64, Siroch Chatthong menit 76 dan Chanathip Songkrasin menit 83.

Laga puncak Piala AFF 2016 ini jadi ulangan partai final Piala AFF 2000 dan 2002 yang saat itu masih digelar dengan format duel tunggal atau tidak menggunakan format home and away.

Pada final 2000, Indonesia takluk 1-4 di Stadion Rajamangala dan di final 2002 kalah lewat drama adu penalti di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Laga final leg pertama dijadwalkan digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Rabu (14/12/2016). Sedangkan final leg kedua dilaksanakan di Stadion Rajamangala, Sabtu (17/12/2016).(*)

Terancam Dipecat VFF, Riedl Bela Mantan Muridnya

View Article
Nguyen Huu Thang dan Alfred Riedl. AFF
Kegagalan Vietnam lolos ke final Piala AFF 2016 setelah kalah aggregat 3-4 dari Indonesia, sepertinya akan membuat pelatih Nguyen Huu Thang makin panen kritik.

Sebelumnya ia jadi sorotan publik sepak bola Vietnam dan media setempat karena dinilai gagal mengelola timnas dengan baik. Huu Thang dinilai tak mampu membuat skuat Bintang Emas tampil lebih garang dengan komposisi pemain yang dinilai mumpuni.

Akibatnya desakan pemecatan kepada Huu Thang mencuat. Terlebih setelah kegagalan di semifinal Piala AFF 2016, Huu Thang diprediksi bakal menerima tekanan lebih besar, khususnya dari pihak federasi sepak bola Vietnam.

Di tengah banjir kritikan yang mengarah kepada dirinya, masih ada yang menilai dan membela kinerja Huu Thang. Salah satunya adalah pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl yang notabene merupakan mantan mentornya ketika Huu Thang masih aktif bermain.

Riedl berharap VFF mempertahankan mantan muridnya itu karena Nguyen Huu Thang dinilainya punya potensi besar sebagai pelatih. Riedl bahkan mengatakan publik sepak bola Vietnam jangan menganggap sarannya itu sebagai candaan.

"Saya harap federasi Vietnam mempertahankan pelatih mereka (Nguyen Huu Thang). Ini bukan untuk ditertawakan, ini untuk masa depan (sepak bola Vietnam). Dia pelatih bagus dan saya tahu itu," tegasnya, dilansir FourFourTwo Indonesia.

Riedl pernah memoles Huu Thang ketika menangani timnas Vietnam di periode pertama yakni pada 1998-2000. Riedl sendiri menangani timnas Vietnam dalam tiga periode berbeda. Masing-masing dari tahun 1998 sampai 2000. Lalu, 2003-2004 dan 2005-2007.

Sosok Riedl sendiri di Vietnam bisa dikatakan cukup dihormati karena dinilai turut berjasa membuat sepak bola Vietnam jadi salah satu kekuatan paling diperhitungkan di kawasan ASEAN.

Bahkan dalam perkembangannya, sepak bola Vietnam perlahan mulai diperhitungkan juga di level Asia. Salah satunya adalah keberhasil tim junior mereka lolos ke semifinal Piala Asia 2016 U-19 sekaligus meraih tiket ke putaran final Piala Dunia U-20 tahun depan.(*)

Suporter Vietnam Serang Rombongan Skuat Indonesia

View Article
Hasil semifinal leg kedua Piala AFF 2016 antara Vietnam vs Indonesia di My Dinh National Stadium, Hanoi, Rabu (7/12/2016) berakhir tidak menyenangkan untuk tuan rumah.

Selain gagal melaju ke final setelah ditahan imbang 2-2 (agregat jadi 4-3 untuk kemenangan Indonesia), suporter The Golden Stars -julukan Vietnam- juga membuat ulah yang terancam sanksi AFF.

Vietnam ditahan imbang 2-2 oleh Indonesia di leg kedua semifinal Piala AFF 2016. Hasil tersebut membuat tim asuhan Nguyen Huu Thang gagal melaju ke final setelah di leg pertama, Indonesia menang 2-1 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (3/12/2016).

Dalam pertandingan leg kedua, Vietnam sukses dibuat mati kutu Indonesia sepanjang laga. Meski menyerang total dan bisa memaksakan perpanjangan waktu, mereka hanya mampu bermain imbang 2-2 plus satu pemainya diganjar kartu merah yakni kiper Tran Nguyen Manh.

Dilansir Sindonews.com, kekecewaan mendalam pun diluapkan suporter tuan rumah pascalaga. Bus Timnas Indonesia yang hendak pulang ke hotel, mendapat serangan dari oknum dengan dilempari batu hingga menyebabkan moda transportasi Boaz Solossa dkk mengalami kerusakan dan beberapa staf pelatih mengalami luka ringan.

Berdasarkan keterangan PSSI melalui rilisnya, kronologi serangan terjadi begitu cepat. Kendati mendapat kawalan polisi, rombongan Timnas Indonesia tak luput dari serangan.

"Setelah pertandingan selesai, para pemain dan ofisial Timnas Indonesia pulang ke Hotel menggunakan bus dan dikawal satu motor pengawal dari polisi setempat. Begitu keluar sebentar di depan Stadion, jalanan macet karena imbas bubaran suporter Vietnam. Saat itu secara tiba-tiba sebelah kanan kaca bus dilempar batu dari jarak dekat oleh oknum suporter yang tidak jelas diketahui darimana," ungkap Media Officer timnas Indonesia, Bandung Saputra.

"Pelaku langsung kabur begitu saja. Batu besar tersebut masuk di dalam bus dan pelatih kiper Timnas, Gatot Prasetyo dan Dr Syarif Alwi luka ringan karena serpihan kaca. Seketika bus beserta pemain langsung kembali lagi ke Stadion untuk dievakuasi dan meminta jaminan keamanan. Pemain turun dan sambil menunggu bus pengganti, sekitar 20 menit kami menunggu," sambungnya.

Bandung menambahkan, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vietnam langsung mendatangi Timnas Indonesia. Sebagai tindak lanjut, Skuat Garuda sudah melaporkan insiden ini ke pihak AFF.

"Perwakilan KBRI beserta Atase Pertahanan RI pun mengunjungi kami dan akhirnya memberikan tambahan pengawalan. Kami akhirnya sampai Hotel Daewoo dengan selamat. Kejadian ini juga sudah dilaporkan ke AFF," tutupnya. (Baca Juga: Ini Foto-foto Serangan ke Bus Timnas Indonesia)

Indonesia sendiri kemungkinan besar akan menghadapi Timnas Thailand di final yang berlangsung 14 dan 17 Desember mendatang. The War Elephant -julukan Thailand, unggul 2-0 atas Myanmar di leg pertama, Minggu (4/12/2016) dan pertandingan leg kedua baru akan dilangsungkan Kamis (8/12/2016) malam nanti.(*)

Sumber: Sindonews.com